Senin, 02 Januari 2012

Bag. 3 BIMBINGAN MENGAJAR BAHASA INGGRIS

Pada bagian pertama kita sudah membahas mengenai pokok pengajaran bahasa Inggris dan kompetensi berbahasa yang umum dimiliki oleh native speaker. Pada bagian kedua, pembelajaran dan pengajaran mengenai pronunciation mendapat sorotan secara singkat. Pada bagian ketiga ini, penulis akan mendiskusikan hal-hal lain yang perlu diajarkan kepada murid, pelajar, siswa dan mahasiswa serta masyarakat pembelajar umum.


Vocabulary

Warga belajar perlu diajari kosa kata dan dikembangkan terus perbendaharaannya. Bagian ini selalu saja menjadi perdebatan sengit, terutama mengenai yang mana dulu harus diajarkan atau perlu mendapat prioritas utama. Walau demikian semua ahli sepakat bahwa yang pertama adalah kosa-kata yang paling sering digunakan oleh penutur asli. Michael West pernah membuat daftar kata itu dalam karyanya yang terkenal ‘General Service List’ yang jumlahnya lebih kurang 2000 kata. Ada juga vocabulary list yang diterbitkan oleh University of Cambridge, terutama yang berkaitan dengan persiapan ujiannya.

Penulis memiliki pandangan pelengkap mengenai pembelajaran kosa-kata bagi rekan se bangsa kita. Pada dasarnya bangsa kita sudah banyak mengenal kata dan ungkapan bahasa Inggris. Hanya saja keterampilan ini terhalang oleh kendala mental yang bahagian besarnya diakibatkan oleh pengalaman belajar masa lalu. Kendala mental ini perlu dirobohkan terlebih dahulu dan menggantinya dengan kegiatan pembelajaran yang membangkitkan dan memupuk rasa pecaya diri. Oleh karena itulah hypnocative series penulis ciptakan, yaitu metode dan teknik yang memanfaatkan technology hypnosis dan NLP (Neuro-Linguistic Programming) dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Inggris.

Pengajaran dengan hypnocative series sudah divalidasi berkali-kali dan hasilnya menjanjikan (www.hypnocativespeech.com). Sayangnya kemudian malah hypnosisnya yang leibh ditonjolkan tinimbang pemanfaatannya untuk pembelajaran bahasa asing. MuJika ingin mempelajari hypnosis lebih mendalam ya sebaiknya di IBH saja. Mudah-mudahan cepat disadari oleh para trainer yang kadung mengatasnamakan pelatihan hypnocative dan dikembalikan ke konsep awalnya, sehingga bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini sebagai terobosan dalam pembelajaran bahasa asing.

Mau tidak mau, penulis memperbaiki dan mengganti hypnocative dengan hypnoticulative yang bertujuan mendidik pembelajar bahasa asing menjadi pengguna bahasa yang artikulatif.  Dalam HYPNOTICULATIVE, hypnosis yang dimanfaatkan dan dipupuk dalam diri pembelajar adalah covert hypnosis yang dikawinkan dengan ilmu komunikasi plus natural language acquisition.

Seperti sudah dikatakan di atas bahwa bangsa kita banyak mengenal kata-kata bahasa Inggris. Dengan demikian ada baiknya teman-teman guru tidak putus-putusnya memberi motivasi bahwa bahasa Inggris sebenarnya sudah tertanam dalam benak mereka. Pembelajaran cognates (kosa kata yang mirip atau serupa dalam bahasa Inggris dan bahasa ibu para siswa) akan sangat membantu bila dimunculkan pada awal-awal tatap muka. Yang perlu mendapat perhatian adalah pengucapan dan tulisannya (spelling) serta latihan menggunakan kata-kata atau ungkapan tersebut dalam beragam konteks.

Contoh kata-kata bahasa Indonesia yang memiliki kemiripan dengan bahasa Inggris.


Telefon
telephone
teve / tv
television / tv
Komputer
computer
Pensil
pencil
Gelas
glass
Buku
book
credit card
credit card
Atm
atm
Bank
bank
Dokter
doctor
Informasi
information
resep masakan
recipe
bed cover
bed cover
bola voli
volley ball
Telekomunikasi
telecommunication
Bisnis
business
Seluler
cellular
Satelit
satellite
Antene
antenna
Manajemen
management
Marketing
marketing
vas bunga
vase
Listrik
electricity
Mesin
machine
Mekanik
mechanic
Laptop
laptop
Gitar
guitar
Gitaris
guitarist
Vokalis
vocalist
Drum
drum
Atletik
athletic
Atlit
athlete
Aktor
actor
Aktris
actress
Artis
artist
Presiden
president
Profesional
professional
Profesor
professor
Sekertaris
secretary
Shopping
shopping
Mall
mall
Tiket
ticket
Kabel
cable
Olimpiade
olympic games
Modem
modem
Modul
module
Kelas
class
Tip
tip
Kaset
cassette
Cd
cd
Vcd
vcd
Film
film
Vitamin
vitamin
Botol
bottle
Universitas
university
Sekolah
school
Whiteboard
whiteboard
Radio
radio
Piano
piano
Video
video
Refill
refill
Artikel
article
Kamera
camera
Keyboard
keyboard
Bass
bass
Volume
volume
Kualitas
quality
Kuantitas
quantity
Total
total
Dosis
dosage
Konser
concert
Drama
drama
Komedi
comedy
Melodi
melody
Harmoni
harmony
Amplop
envelop
Target
target
es krim
ice-cream
Musik
music
Mikrofon
microphone
Parlemen
parliament
Bis
bus
Profil
profile
Fotokopi
photocopy
Kopi
copy
Kuesioner
questionnaire
Kuis
quiz
Teater
theatre
Menu
menu
Agenda
agenda
Presentasi
presentation
Argument
argument
Ekspektasi
expectation
Klien
client
Servis
service
Tubles
tubeless
Agen
agent
Proyektor
projector
Bir
beer
Wiski
whiskey
Pil
pill
Tablet
tablet
Table
table
Diagram
diagram
Paragraph
paragraph
Normal
normal
Kandidat
candidate
Moderen
modern
Simpati
sympathy
Simpatik
sympathetic
Sinis
cynical
Resepsionis
receptionist
Moneter
monetary
Krisis
crisis
Skala
scale
Program
programme
Hostes
hostess
Kalender
calendar
Nama
name
Popular
popular
Nomer
number
Pilot
pilot
mesti/musti
must
Parker
parking
Polisi
police, policeman, policewoman
Komik
comic
Zodiac
zodiac sign
Bonus
bonus
Sertifikat
certificate
Klinis
clinic
Medis
medical
Debat
debate
Dialog
dialogue
Furniture
furniture
Reuni
reunion
Komandan
commander
Kopral
corporal
Sersan
sergeant
Kapten
captain
Bom
bomb
Investigasi
investigation
Supervisor
supervisor
Supervise
supervision
Ekonomi
economy, economics
Sains
science
Rotan
rattan
Kuli
coolie
Jendral
general
Colonel
colonel
Granat
grenade
Keramik
ceramics

Silakan tambah sendiri list-nya. Dalam catatan penulis, terdapat tidak kurang dari 500 kata. Cukup besar kan?

Berikut adalah istilah dan ungkapan yang akrab di telinga bangsa kita dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran.

I love you.
Don’t forget me.
I miss you.
On the way
Happy birthday
Happy New Year
I don’t know.
Of course
Never mind
What’s your name?
Congratulations
Life style
Breaking news
Football League
Miss Universe
Miss Indonesia, dst.


Grammar

Para ahli pendidikan berpolemik mengenai pembelajaran grammar ini. Ada yang amat anti dan yang kelewatan pro. Pro dan kontra biasa terjadi dalam memandang sesuatu dan kita tidak akan ikut-ikutan berpolemik. Ada ungkapan dalam ilmu ushululfiqh ‘al khruuju min-alkhilaafi mustahabbun’ yang maksudnya keluar atau tidak ikut-ikutan berikhtilaf dianjurkan atau disukai.

Yang kita pentingkan dan utamakan adalah memfasilitasi murid-murid kita. Jadi demi mereka grammar perlu diajarkan karena pembelajar mesti mengetahui dan cakap dalam membangun forms of sentences, memahami implikasi makna atau maksud yang disampaikannya serta terampil dalam menggunakannya (use and usage).

Mari kita perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut yang sekali pun mengandung kata-kata yang sama namun menyatakan maksud yang berbeda.

The hunter killed the tiger.
The tiger killed the hunter.

She’s been to Danau Toba (Lake Toba).
She’s gone to Danau Toba.
She went to Danau Toba.

I watch OVJ.
I’m watching OVJ.

He lives in Bandung.
He’s living with his grandma.

It’s going to rain.
Italy’s going to come second.
We’re going on holiday tomorrow.

I read a lot.
I’ve read that book.
I read that book last year.

My girlfriend is stubborn.
My girlfriend is being stubborn.

She is bored.
She is boring.


Berikut adalah pre-test dari International House, London sebelum seseorang mengikuti pelatihan guru bahasa Inggris di sana. Apa yang salah dalam kalimat-kalimat tersebut? Coba temukan dan cari tahu mengapa kira-kira pembelajar bahasa Inggris membuat kesalahan seperti itu.

“I’ve seen that film two weeks ago.”

“She’s getting up at seven o’clock every day.”

Maria  “Why don’t you join us for dinner this evening?” 
Ingrid  “I’d love to but I’ll see ‘Hamlet’ at the National Theatre.”

Maria  “What does he look like?”
Ingrid  “He looks like friendly.”

Maria  “Why don’t you give up smoking?”
Ingrid  “I can’t give up it.”


Dengan uraian ini penulis berharap teman-teman mau mulai memperhatikan pembelajaran grammar / structure yang nyata-nyata tidak bisa diremehkan. Walau demikian perlu diingat bahwa grammar hanyalah merupakan satu bagian saja yang perlu didalami. Tidak akan pernah ada orang yang trampil berbahasa Inggris hanya dengan mempelajari grammar-nya saja. Bukankah sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia sudah berpuluh-puluh tahun menekankan pembelajaran grammar saja dan gagal mencetak pengguna-pengguna bahasa Inggris yang mumpuni?


Other Elements

Keterampilan berbahasa menyiratkan kompetensi sosial. Maka Language functions dan discourse harus juga diajarkan. Speaking Skills, Listening Skills, Reading Skills, Writing Skills dan Communication Skills amat mendesak untuk diasah dalam diri warga belajar Indonesia.

Kiranya cukup sekian urain singkat mengenai unsur bahasa dan keterampilan mikro berbahasa.

Tulisan selanjutnya akan membahas mengenai guru, pendekatan, metode dan teknik mengajar bahasa Inggris. Insyaa Allah.