Minggu, 07 Agustus 2011

MASIH JUGA KITA

MASIH JUGA KITA?
Masih juga kita bergayut pada tali rapuh?
Masih juga kita bermandi peluh di air keruh?

Syahadatmu syahadatku erat mengikat
Sujudmu sujudku di kaki Maha Wujud Sejati
Panutanmu panutanku rahmatan lil 'aalamiin
Qur'anmu qur'anku mushhaf Utsmani

Tapi kau dan aku terjerembab dalam ikhtilaf madzhab
Organisasimu organisasiku sihir Harut dan Marut
Partaimu partaiku bercerai
Otakmu otakku terkotak-kotak

"Eh... Sebab akulah yang paling benar, engkau kafir.
Sebab Akulah ini pewaris sorga," ujarmu.

"Tidak!" bantahku, "Akulah yang berhujjah paling shahih.
Tak lagi tersisa ruang sorga untukmu."

Mana bukti?
Kau dan aku berdiam diri, tak pasti.

Gulat bahasa dan logika menyepak amal nyata
Di sana nasionalisme dan negara tanda pusara
Pemenangnya syetan-syetan juga

Duhai,
Kasihan si awam terkena demam
Kasihan si jahil kian terkucil
Kasihan si muslim menjadi yatim
Kasihan si miskin papa terlunta-lunta
Kasihan si fakir pada mulut nganga si kafir

Masihkah bergayut pada tali rapuh?
Masihkan bermandi peluh di air keruh?
Sedang agamamu agamaku selalu satu

Jakarta, Awal Desember 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar