Senin, 29 Agustus 2011

Sukses Belajar Bahasa Asing Dengan Hypnocative Speech

Oleh: IAS Siregar (Hypnocative Series Initiator)


Barangkali kenangan duduk di bangku sekolah menengah sambil memperhatikan guru menerangkan grammar bahasa Inggris kembali hadir dalam benak Anda. Sedemikian bersemangatnya Ibu guru memaparkan pokok bahasan mengenai struktur kalimat dasar sehingga para siswa terhanyut dan sepenuh hati menyimak. Walaupun demikian terlihat jelas sorotan beberapa teman sekelas membiaskan ketidakmengertian.

Tatkala Ibu guru meminta si Badu membuat kalimat baru sesuai rumus, semua mata seketika beralih arah, menoleh kepadanya. Si Badu terlihat berfikir sejenak, kemudian dengan terbata-bata mulutnya mengeluarkan sederet suara asing. Kata-kata bahasa Inggris itu dilantunkannya bergaya pengucapan dan bacaan bahasa Indonesia. Suasana yang khusuk mendadak menjadi riuh rendah dengan suara tawa serentak penghuni kelas. Tawa ejekan yang dikhususkan untuk si Badu yang telah berhasil mengucapkan bahasa yang begitu asing di telinga. Si Badu pun tertunduk malu dan merasa dipermalukan, harga dirinya tercabik-cabik. Mentalnya retak, lalu roboh berkeping-keping.

Peristiwa itu demikian kuat tertanam dalam pikiran bawah sadar sampai-sampai tumbuh dalam dirinya sikap antipati terhadap bahasa Inggris seumur hidupnya. Mempelajari keterampilan baru yang seharusnya menyenangkan sebab bakal menopang kehidupan karirnya di masa mendatang malah menjelma menjadi momok yang lebih menakutkan dibanding bertatap muka langsung dengan kuntilanak atau genderewo sekalipun.

Si Badu bisa jadi representasi saya, Anda, teman kita dan seabreg warga belajar serta mantan warga belajar yang senasib, yang hingga saat ini masih tetap trauma dengan insiden memalukan semacam demikian.

Pada kali lain ada juga kawan yang meragukan kesuksesan. Tiga tahun di bangku SMP, plus tiga tahun di SMU ditambah lagi beberapa tahun di perguruan tinggi sudah dihabiskan untuk memupuk keterampilan berbahasa Inggris, toh hasilnya sama sekali minim, benar-benar tidak layak untuk dibanggakan. Bagaimana mungkin kursus yang hanya beberapa bulan bisa menggembleng seseorang menjadi terampil berbahasa Inggris. Tidakkah hal itu berlebihan atau hanya angan di atas awan?

Kawan yang meragukan seperti ini mungkin juga mewakili saya, Anda, teman kita dan seabreg warga belajar serta mantan warga belajar yang sepenanggungan, yang hingga saat ini masih belum juga mampu berbahasa Inggris dengan baik. Walaupun kita semua menyadari benar betapa penguasaan bahasa ini menjanjikan masa depan yang cemerlang bagi kesinambungan karir dan pekerjaan.

Kondisi seperti inilah yang menjadi perhatian Hypnocative Speech. Pembelajar remaja dan dewasa tidak hanya dihadapkan dengan kepelikan bahasa asing, tetapi dihadang juga oleh mental block dari dalam diri sendiri.

Sekedar memberi motivasi dari luar dengan kalimat hikmat nyata-nyata tidak banyak membuahkan. Dipaksakan dengan sistem, malah kontra-produktif. Oleh karena itu, perubahan harus dipompa dari dalam diri pembelajar.

Hypnosis dan hypnotherapy tampil mengemuka dengan segudang prestasi keberhasilan mengikis habis kebiasan buruk dan mental block lainnya. Penderita phobia, perokok berat, si peminder dan penderita mental kurang sehat sudah banyak yang disembuhkan. Caranya efektif dan tidak mengandung resiko sama sekali, yaitu dengan membawanya ke alam relaksasi, digiring ke kondisi trance dan dipandu menjalin komunikasi intens antara pikiran bawah sadar dengan pikiran sadar dalam bentuk sugesti positif. Dan dalam waktu singkat hasilnya dapat terlihat. Dalam diri siapa pun terdapat juga pengalaman dan kenangan manis serta semangat menggebu-gebu ketika mempelajari hal-hal baru sehingga keberhasilan sempat dinikmati. Kondisi semacam inilah yang digali kembali, direfresh, dan ditanamkan ulang serta diperkuat dalam diri peserta agar dapat dengan mudah menyerap informasi dan keterampilan baru, seperti keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Tidak ada hal-hal magis dan klenis maupun mantra-mantra perdukunan dalam program hypnocative ini. Semuanya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan bahkan sudah divalidasi berkali-kali.

Bagaimana dengan pemanfaatan NLP (neuro-linguistic programming) dalam hypnocative speech? Sebelum menjawabnya, marilah kita buka fakta di alam nyata.

Almarhum Prof. HAMKA adalah penggemar Almanfaluthy, seorang sastrawan dari Mesir. Bila kita membandingkan karya tulis kedua tokoh besar ini, akan tampak betapa gaya berbahasa HAMKA mirip dengan cara pengungkapan Almanfaluthy. HAMKA tentu tidak pernah menjiplak karya satrawan Mesir itu. Ia hanya banyak membaca tulisannya dan memodel. Pelawak Kiwil dengan bangga meniru Almarhum K.H. Zainuddin MZ; Aa Jimmy menjiplak Aa Gym; dan Gus Pur mempola Almarhum Gus Dur. Entah disadari atau tidak, sebahagian kepribadian, sikap dan pola pikir ketiga orang terkenal itu terwarnai oleh tokoh-tokoh idolanya. Begitu pun dengan cara berbahasa mereka. Prosesnya singkat, to the point dan jelas membuahkan.

Pola memodel seperti itulah yang ditawarkan oleh NLP. Penerapannya dalam hypnocative adalah dengan membimbing warga belajar memodel cara berbahasa penutur asli (native speaker) secara sistematis, malatih dengan kegiatan komunikatif serta mentrasfer ke alam nyata. Atau dengan kata lain dibimbing lewat kegiatan kebahasaan yang mencerminkan keseharian alam nyata.

Kegiatan memodel dalam hypnocative bukan dengan cara serampangan, melainkan disinergikan dengan cara kerja otak dan kecenderungan preferensi belajar tiap peserta. Urutan-urutan pemerolehan bahasa seperti dijelaskan dalam psikolinguistik turut pula berperan. Hal ini bisa dilihat dari pemilihan dan urutan tampilan bahan ajar.

Tidak hanya sampai disana, warga belajar juga dibekali dengan materi pembelajaran mandiri yang selaras dengan program dan tingkatan kemampuan berbahasa mereka. Ditambah lagi, mereka dilibatkan dalam evaluasi kemajuan pembelajaran. Semuanya dibuat transparan. Jadi tidak hanya lembaga dan guru yang menjalankan evaluasi secara simultan, warga belajar pun berhak menilai kemajuan.

Ada jaminan keberhasilan yang disiratkan. Bila setelah berusaha keras mengikuti semua aturan masih tetap belum dapat mencapai hasil yang dicanangkan, tiap peserta berhak mendapat tambahan pembinaan hingga tujuan tercapai tanpa perlu mengeluarkan kocek tambahan sepeser pun.

Seperti itulah gambaran umum program hypnocative speech yang ditawarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar