Senin, 15 Agustus 2011

Panduan Membangun Visi Perusahaan

Visi perusahaan dalam istilah ilmu manajemen mengandung pengertian cita-cita yang hendak diwujudkan dalam perusahaan. Bisa juga berarti hendak dibawa kemana perusahaan tersebut. Namun apa pun definisinya, visi harus dilukiskan dengan sejelas-jelasnya dan diperkirakan pula waktu yang dibutuhkan untuk pencapaianya.

Visa perusahaan itu amat penting, karena ia memberi arahan dan memaparkan tujuan perusahaan. Tanpa mengetahui tujuan yang jelas dan pasti, baik perusahaan maupun orang per orang tidak akan pernah mengetahui arah atau jalan yang harus ditempuh. Lebih parahnya lagi dia pun tidak akan menyadari sudah atau belum tibanya di tempat yang ditujunya. Salah-salah malah tersesat di negeri antah berantah.

Penelitian terhadap perusahaan yang bisa tetap bertahan dalam pasang surut zaman serta tahan banting – dan bahkan mampu terus berkembang tak terhalang melampaui yang lain – membawa para peneliti pada kesimpulan-kesimpulan yang serupa. Perusahaan-perusahaan demikian selalu kedapatan memiliki ‘jiwa dan nyawa’ berupa ‘core values’ dan ‘core purpose’. Materi dan metode perusahaan dapat saja berubah mengikuti irama zaman, tapi tujuan dan nilai-nilainya terus dijaga dan dipelihara.

Ambillah sebagai contoh perusahaan yang kini menjadi raja di bidangnya seperti Sony. Pada tahun lima-puluhan, impian pendirinya sudah terumuskan dengan baik seperti berikut:

Nilai-Nilai Perusahaan
Mengangkat kultur dan status nasional Jepang
Menjadi pemrakarsa – bukan pengekor apalagi penjiplak, mengerjakan hal-hal yang hampir dianggap mustahil
Mendorong kecakapan dan kreativitas tiap individu keluarga besar Sony

Tujuan Perusahaan
Menciptakan pengalaman menikmati inovasi dan pemanfaatan teknologi terapan demi kepentingan dan kebahagiaan masyarakat luas

Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan yang dikenal luas sebagai perusahaan yang merubah anggapan dunia mengenai imej buruk dan rendahnya kualitas produk-produk dari Jepang.

Gambaran Umum Cita-Cita Perusahaan
Kita bertekad mencipatkan produk-produk yang mampu merambah ke seluruh pelosok dunia...
Kita bertekad menjadi perusahanan Jepang pertama yang masuk ke pasar Amerika serta menangani pendistribusian barang secara langsung...
Kita bertekad untuk berhasil dalam mengejawatahkan hal-hal inovatif yang Amerika sediri pun telah gagal mewujudkannya...
Lima puluh tahun dari sekarang brand kita akan seterkenal brand-brand produk-produk lainnya yang memiliki reputasi mendunia... produk-produk kita akan mencerminkan kualitas dan inovasi yang mampu mengungguli pesaing yang paling inovatif sekali pun dan dimana pun...
Buatan Jepang akan memberi kesan dan makna produk unggul, bukan sesuatu yang berkualitas rendah dan murahan...

Lima puluh tahun sudah berlalu dan impian Sony dengan jelas dan pasti sudah dapat diwujudkan. Pengguna brand ini sering mengatakan ’Sony...’ dengan puas dan bangga, persis seperti dalam pesan iklan produknya; ’It’s a Sony’.

Cita-cita perusahaan harus dirumuskan dengan jelas sejak dini agar lebih mudah mengidentifikasi dan mengukur kemajuannya dari waktu ke waktu. Jadi membangun visi perusahaan tidak cukup hanya mencantumkan visi, melainkan harus juga disertai dengan perumusah nilai-nilai perusahaan, tujuan perusahaan dan penggambaran yang jelas mengenai prestasi yang ingin dicapai perusahaan berikut rentang waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar