Selasa, 27 Desember 2011

Bagian ke-2 Kiat-Kiat Mujarrab Terampil Berbicara Bahasa Asing

Prinsip Kedua:
DAHULUKAN PEMAHAMAN SEBELUM MENIRU BUNYI DAN BERLATIH SPEAKING

Berlatih mengucapkan dengan nyaring tanpa memahami disebut membeo (parrot-fashion drill). Karena konon burung beo pandai menirukan tetapi tidak mengerti apa yang diucapkannya. Sebaliknya, upaya memahami biasa dinamakan ’comprehending’. Kata yang berasal dari satu akar dengan comprehending adalah comprehension (pemahaman). Kita sering menemui istilah Listening Comprehension dan Reading Comprehension dalam dunia pembelajaran bahasa asing.

Sekecil apapun, ‘parrot-fashion drill’ tetaplah bermanfaat, namun tentu akan sangat jauh lebih bermanfaat lagi jika dibarengi dengan pemahaman terhadap makna dan maksud yang dinyatakan. Orang menyanyikan lagu berbahasa Inggris dengan merdu tanpa mengerti isi liriknya. Yang bernyanyi dan yang mendengarkan tetap menjadi terhibur. Orang membaca Al-Qur’an dengan lantunan yang indah. Walaupun belum memahami benar maksud ayat-ayat yang dibacanya itu, si pembaca terhitung sudah melaksanakan ibadah dan sebagai bonusnya, hatinya menjadi tenteram, demikian pula bagi yang menyimaknya.

Andaikan yang menyanyikan lagu berbahasa Inggris memahami maksud liriknya, tentu ia akan mampu menyajikannya dengan lebih baik. Ia bisa menghayati lagu sepenuh perasaannya. Pendengar bisa ikut terhanyut karenanya. Sang penyanyi pun berpotensi menjadi penghibur kelas dunia – world-class entertainer. Di samping popularitas, tentu tuaian nafkah bisa semakin bernas.

Bila pembaca Al-Qur’an mengerti makna dan maksud ayat-ayat yang dilantunkannya, pasti hatinya bergetar, bulu kuduknya berdiri, merinding, lantas kesejukan menyusup, merambah ke relung hatinya. Ia bisa menangis, mungkin juga kalbunya mendadak ciut karena rasa takut yang sangat, dapat pula mulutnya tersenyum bahagia penuh harap. Para penyimak yang kerapkali lalai dan khilaf boleh jadi tergedor hatinya dan kesadarannya, sehingga mereka kembali ke jalan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Semakin banyaklah orang-orang yang shalih. Aman damailah masyarakat jadinya.

Betapa pemahaman terhadap sesuatu berpotensi membuahkan suatu perubahan yang amat besar. Seorang usahawan yang memahami minat dan kecenderungan pasar dapat meraup keuntungan yang berarti dari bisnisnya. Seorang karyawan di pabrik garmen dengan gaji satu sampai tiga juta bisa menghasilkan puluhan juta rupiah per bulannya karena pemahaman dan kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan buyer (pembeli). Dan karir Anda bisa melambung karena kompetensi bahasa asing yang dimiliki.

Langkah-langkah memahami bahasa lisan
  • Cari dan fahami arti kata dan ungkapan dalam materi listening yang hendak diserap. Upayakan memiliki teks tulis atau script dari bahan listening-nya. Bila video yang menjadi sumber listening yang disukai, usahakan film-filmnya dilengkapi dengan script dialog yang disebut ‘caption’. Arti kata-kata dan ungkapan bisa ditemui dalam kamus dwi-bahasa. Bisa juga meminta bantuan dari orang yang mengerti.
  • Perhatikan betul bentuk, pola atau struktur kalimatnya dan juga makna yang dinyatakan. Tanpa mengindahkan bentuk, pola atau struktur, pembelajar beresiko terkena fosilisasi, cepat atau lambat. Fosilisasi adalah suatu keadaan yang mandeg dan mati sehingga sangat sulit dikembangkan dan ditingkatkan.
  • Perhatikan baik-baik konteks kalimat yang digunakan, umpamanya siapa berbicara kepada siapa, tentang apa, apa yang dimaksudkan, dimana terjadi percakapannya, dan sebagainya. Seringkali hanya mengetahui arti tiap-tiap kata dari teks lisan saja belum cukup untuk mengerti maksud yang disampaikan.

Contoh:
Si A berkata: I can’t stand our boss anymore.
Stand = berdiri. Tapi maksud si A bukan tidak sanggup lagi mendirikan si boss, melainkan sudah tidak tahan lagi dengan si boss. Mungkin karena prilakunya, mungkin juga karena kebijakan yang diterapkan olehnya di perusahaan tempat si A bekerja.

Si B berkata: We’re going to Mecca next year and I can’t wait.
Wait = menunggu. Si B tidak bermaksud tak sudi menunggu pergi ke Mekah sampai tahun depan dan nekat hendak pergi sendirian, tetapi ia hanya menyatakan betapa ia sudah tidak sabar ingin segera pergi kesana.

Si C berkata: She’s living with her sister.
Live = tinggal. Perempuan itu tidak tinggal menetap di rumah saudaranya, ia hanya tinggal sementara alias menumpang disana.
  • Tidak ada salahnya mendengarkan sambil melihat dan membaca script-nya dalam hati dengan maksud agar cepat memahami. Yang penting bersabar dahulu untuk tidak tergesa-gesa mengucapkan dengan nyaring sebelum indra pendengaran dan otak menyimpannya dalam ingatan. Setelah faham, script ditutup, dan ulanglah kegiatan menyimak dengan konsentrasi pada pemahaman semata-mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar