Prinsip Kedua:
DAHULUKAN PEMAHAMAN SEBELUM MENIRU BUNYI DAN
BERLATIH SPEAKING
Berlatih
mengucapkan dengan nyaring tanpa memahami disebut membeo (parrot-fashion drill). Karena konon burung beo pandai menirukan
tetapi tidak mengerti apa yang diucapkannya. Sebaliknya, upaya memahami biasa
dinamakan ’comprehending’. Kata yang
berasal dari satu akar dengan comprehending
adalah comprehension (pemahaman).
Kita sering menemui istilah Listening
Comprehension dan Reading Comprehension
dalam dunia pembelajaran bahasa asing.
Sekecil apapun, ‘parrot-fashion drill’ tetaplah
bermanfaat, namun tentu akan sangat jauh lebih bermanfaat lagi jika dibarengi
dengan pemahaman terhadap makna dan maksud yang dinyatakan. Orang menyanyikan lagu
berbahasa Inggris dengan merdu tanpa mengerti isi liriknya. Yang bernyanyi dan
yang mendengarkan tetap menjadi terhibur. Orang membaca Al-Qur’an dengan
lantunan yang indah. Walaupun belum memahami benar maksud ayat-ayat yang
dibacanya itu, si pembaca terhitung sudah melaksanakan ibadah dan sebagai
bonusnya, hatinya menjadi tenteram, demikian pula bagi yang menyimaknya.
Andaikan yang
menyanyikan lagu berbahasa Inggris memahami maksud liriknya, tentu ia akan mampu
menyajikannya dengan lebih baik. Ia bisa menghayati lagu sepenuh perasaannya.
Pendengar bisa ikut terhanyut karenanya. Sang penyanyi pun berpotensi menjadi penghibur
kelas dunia – world-class entertainer.
Di samping popularitas, tentu tuaian nafkah bisa semakin bernas.
Bila pembaca
Al-Qur’an mengerti makna dan maksud ayat-ayat yang dilantunkannya, pasti
hatinya bergetar, bulu kuduknya berdiri, merinding, lantas kesejukan menyusup,
merambah ke relung hatinya. Ia bisa menangis, mungkin juga kalbunya mendadak
ciut karena rasa takut yang sangat, dapat pula mulutnya tersenyum bahagia penuh
harap. Para penyimak yang kerapkali lalai dan khilaf boleh jadi tergedor
hatinya dan kesadarannya, sehingga mereka kembali ke jalan yang ditetapkan oleh
Allah SWT. Semakin banyaklah orang-orang yang shalih. Aman damailah masyarakat
jadinya.
Betapa pemahaman
terhadap sesuatu berpotensi membuahkan suatu perubahan yang amat besar. Seorang
usahawan yang memahami minat dan kecenderungan pasar dapat meraup keuntungan
yang berarti dari bisnisnya. Seorang karyawan di pabrik garmen dengan gaji satu
sampai tiga juta bisa menghasilkan puluhan juta rupiah per bulannya karena
pemahaman dan kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan buyer
(pembeli). Dan karir Anda bisa melambung karena kompetensi bahasa asing yang
dimiliki.
Langkah-langkah memahami bahasa lisan
- Cari dan fahami arti kata dan ungkapan dalam materi listening yang hendak diserap. Upayakan memiliki teks tulis atau script dari bahan listening-nya. Bila video yang menjadi sumber listening yang disukai, usahakan film-filmnya dilengkapi dengan script dialog yang disebut ‘caption’. Arti kata-kata dan ungkapan bisa ditemui dalam kamus dwi-bahasa. Bisa juga meminta bantuan dari orang yang mengerti.
- Perhatikan betul bentuk, pola atau struktur kalimatnya dan juga makna yang dinyatakan. Tanpa mengindahkan bentuk, pola atau struktur, pembelajar beresiko terkena fosilisasi, cepat atau lambat. Fosilisasi adalah suatu keadaan yang mandeg dan mati sehingga sangat sulit dikembangkan dan ditingkatkan.
- Perhatikan baik-baik konteks kalimat yang digunakan, umpamanya siapa berbicara kepada siapa, tentang apa, apa yang dimaksudkan, dimana terjadi percakapannya, dan sebagainya. Seringkali hanya mengetahui arti tiap-tiap kata dari teks lisan saja belum cukup untuk mengerti maksud yang disampaikan.
Contoh:
Si A berkata: I can’t stand our boss
anymore.
Stand = berdiri. Tapi maksud si A bukan tidak
sanggup lagi mendirikan si boss, melainkan sudah tidak tahan lagi dengan si
boss. Mungkin karena prilakunya, mungkin juga karena kebijakan yang diterapkan
olehnya di perusahaan tempat si A bekerja.
Si B berkata: We’re going to Mecca
next year and I can’t wait.
Wait = menunggu. Si B tidak bermaksud tak sudi
menunggu pergi ke Mekah sampai tahun depan dan nekat hendak pergi sendirian,
tetapi ia hanya menyatakan betapa ia sudah tidak sabar ingin segera pergi
kesana.
Si C berkata: She’s living with her
sister.
Live = tinggal. Perempuan itu tidak tinggal
menetap di rumah saudaranya, ia hanya tinggal sementara alias menumpang disana.
- Tidak ada salahnya mendengarkan sambil melihat dan membaca script-nya dalam hati dengan maksud agar cepat memahami. Yang penting bersabar dahulu untuk tidak tergesa-gesa mengucapkan dengan nyaring sebelum indra pendengaran dan otak menyimpannya dalam ingatan. Setelah faham, script ditutup, dan ulanglah kegiatan menyimak dengan konsentrasi pada pemahaman semata-mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar