Selasa, 27 Desember 2011

Bagian ke-3 KIAT-KIAT MUJARRAB TERAMPIL BERBICARA BAHASA ASING

Prinsip Ketiga:
MANJAKAN OTAK DENGAN CARA BELAJAR YANG DISUKAINYA

Para ahli memberi kita informasi yang sangat berguna tentang kecenderungan belahan otak kiri dan otak kanan dalam hal menyerap, memproses, menyimpan dan mengelola informasi. Otak kiri disebut sisi rasional, analisis serta kritis dan otak kanan dikatakan sebagai sisi kreatif-intuitif.

Sesuai dengan kecenderungannya terhadap hal-hal yang rasional, proses menganalisa dan mengkritisi sesuatu, maka dalam hal pembelajaran bahasa otak kiri menggemari pembelajaran yang tertata, runtut dan menantang ketajaman berpikir. Ia menyambut dengan baik pelatihan yang memiliki tujuan dan sasaran yang terarah, terencana langkah-langkahnya, dipaparkan indikator-indikator keberhasilannya dan dijelaskan pula bentuk evaluasinya. Sewaktu dalam proses pembelajaran, kegiatan problem solving, penjelasan gramatikal, perbandingkan struktur kalimat bahasa ibu dan bahasa asing sangat sesuai bagi otak kiri.

Adapun otak kanan yang lebih bersifat intuitif dan kreatif dapat dirangsang dengan irama (seperti alunan tilaawah Al-Qur’an dan jenis-jenis musik tertentu), ritme, gambar dan warna. Di samping itu akan lebih mudah bagi otak kanan untuk menyerap informasi jika dipaparkan gambaran umum mengenai pelatihan kepadanya. Ia juga amat menggemari kegiatan pembelajaran yang menggunakan teknik role-play, simulasi, project-work dan games. Ilustrasi seperti gambar (termasuk pelukisan ide dengan kosa-kata yang lebih spesifik), diagaram, tabel dan sejenisnya mendapat tempat yang istimewa di otak kanan.

Tentu saja secara fisik kedua belahan otak ini berhubungan satu sama lain dan dapat bekerjasama dengan harmonis. Semakin sering kedua belahan otak ini secara aktif dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran, semakin kompak keduanya saling menopang dan mendukung dalam penyerapan, penyimpanan dan pengelolaan informasi.


Contoh-contoh teknik-teknik pembelajaran bahasa asing yang melibatkan otak kiri dan otak kanan.

Contoh yang dikemukakan disini hanya pembelajaran bahasa Inggris. Pembaca dapat membuat kiasan terhadap pembelajaran bahasa asing lain.

  • Memadukan gerakan, aktivitas atau tindakan dengan bahasa lisan
Dalam Al-Qur’an yang Mulia terdapat sebuah ayat yang menerangkan cara berwudlu; “Jika kalian hendak melaksanakan shalat basuhlah muka (wajah) dan tangan kalian sampai sikut, usaplah kepala dan juga kaki hingga mata kaki..’. Ketika melaksanakan shalat seorang muslim mengucapkan do’a yang berbeda-beda. Sewatu hendak memulai  ia membaca ini, sewaktu ruku, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, duduk tawarruk, dan seterusnya ia membaca yang lain.

Kita bisa memanfaatkan teknik seperti di atas dalam mempelajari bahasa lisan agar cepat dapat menguasai. Umpamanya kita terapkan dalam kegiatan-kegiatan berikut:

Bagun tidur:
The alarm clock rings. Wake up. Open your eyes. Say “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’damaa amaatana wa ilahihin nusyuur”. Get out of bed. Go to the bathroom. Brush your teeth. Take an abultion. Wash your face. Wash your right hand to your elbow. Wash your left hand to your elbow. Wet your head. Wash both your feet to the ankles. Get out of the bathroom. Put on your saroong and your shirt. Spread the sajadah. Face qiblat and say the subuh prayer.

Menjerang air
Pour some water into the kettle. Put the kettle on the electric stove. Switch on the stove. Adjut the flame. Wait till the water boils.

Hendak pergi kerja dengan mobil.
Open the car door. Get into the car. Put the car key into the key hole. Turn right the key to start the engine and press the accelerator gently. Warm up the car. etc.

Dalam dunia pengajaran bahasa asing, penulis menemukan teknik-teknik yang serupa yang dikenal dengan nama TPR (Total Physical Response) dan Gouin’s Series serta Lazy Language Learning. Ketiga teknik tersebut – terutama TPR – mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat TEFL dunia karena terbukti sangat efektif. Murid-murid penulis sendiri lebih menyukai teknik TPR yang dipadukan dengan Gouin’s Series, karena dengan teknik tersebut mereka mampu menguasi puluhan kata dan ungkapan hanya dalam hitungan menit.

  • Mempelajari struktur kalimat (termasuk tenses) dari lirik lagu dan memberi tanda dengan warna
Kita ambil contoh lagu ‘The End of the World’ untuk mempelajari struktur kalimat dalam Present Tense. Kalimat-kalimat yang merupakan contoh bentuk tense tersebut diberi warna sebagai ‘highlight’. Tentu saja penandaan untuk mempertegas bisa dilakukan bukan hanya dengan warna, tetapi bisa dengan memberi gari bawah, memberi lingkaran, menandai dengan gambar dan sebagainya.

Why does the sun go on shining?
Why does the sea rush to shore?
Don’t they know it’s the end of the world?
Cause you don’t love me anymore

Why do the birds go on singing?
Why do the stars glow above?
Don’t they know it’s the end of the world?
It ended when I lost your love

*
I wake up in the morning and I wonder
Why everything’s the same as it was
I can’t understand, no I can’t understand
How life goes on the way it does

Why does my heart go on beating?
Why do these eyes of mine cry?
Don’t they know it’s the end of the world?
It ended when you said goodbye

Dengan menyanyikan lagu ‘the End of the World’, kita merasa terhibur dan dengan tanpa beban kita menghafal contoh pola-pola kalimat ‘Present Tense’.

Berikut ini beberapa lagu berbahasa Inggris yang dapat dimanfaatkan untuk memberi contoh-contoh struktur kalimat:

  • Will – untuk mengungkapkan kebulatan tekad dalam lagu ‘We will not go down (song for Gaza)’ oleh Michel Hart
  • Should/could have done – untuk mengungkapkan rasa sesal karena tidak melakukan hal2 yang sepatutnya dilakukan dalam lagu ‘Always on my mind’ oleh Willie Nelson
  • Simple Past Tense – untuk recounting dan narrating dalam lagu ‘Delilah’ oleh Tom Jones.
  • Memanfaatkan kamus bergambar untuk memperkaya kosa-kata
Banyak sekali kamus-kamus bergambar yang menyebar di pasaran, harganya pun rata-rata terjangkau. Upayakan memiliki kamus semacam ini, khususnya yang dilengkapi dengan cara membaca dan contoh penggunaan kata dalam kalimat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar