Teknik mengajar Listen and Repeat atau
dengar dan tirukan biasanya digunakan oleh guru bahasa asing untuk melatih
siswa dalam keterampilan berbicara. Guru umumnya mengucapkan kata, ungkapan
atau kalimat satu kali lalu meminta siswa menirukannya. Teknik ini terbukti
kontra-produktif dan malah mengganggu perkembangan keterampilan speaking siswa
dikemudian hari. Alasannya sederhana saja yakni siswa dipaksa berbicara sebelum
waktunya atau sebelum mereka siap. Akibat lebih jauh, siswa tidak akan mampu
bercakapa-cakap dengan baik.
Dalam teknik listen and repeat, suara yang lebih
dominan terdengar oleh siswa adalah suaranya sendiri dan suara kawan-kawanya
yang masih rancu. Suara yang masih rancu ini kemudian terekam dalam memori
jangka pendek dan jangka panjang serta tersimpan seumur hidupnya. Maka tidaklah
mengherankan jika setelah sekian tahun belajar bahasa asing, siswa masih belum
dapat memahami bahasa lisan native speaker.
Bahaya yang serupa terdapat pula dalam
pelajaran conversation yang terlalu dini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar