Jumat, 30 Desember 2011

Bag. 2 BIMBINGAN MENGAJAR BAHASA INGGRIS

Bahasa Inggris
Menilik bahasa Inggris lebih mendalam, kita akan menemukan unsur-unsur seperti berikut;

  1. Bunyi ujaran yang digunakan dalam speaking termasuk di dalamnya stress, rhythm dan intonation (phonology)
  2. Kosa-kata (lexis)
  3. Kata dasar dan kata bentukan (morphology)
  4. Kombinasi kata yang membentuk significant patterns (syntax)
  5. Kombinasi patterns seperti kalimat yang membentuk ujaran yang panjang (cohesion)
  6. Asosiasi kata dan ungkapan dengan makna atau maksud (semantics)

Di samping itu terdapat pula variasi penggunaan bahasa seperti;

  1. Dialect yang merupakan ciri kelompok sosial atau geografis tertentu
  2. Register yang umum diasosiasikan dengan fungsi atau ranah suatu profesi
  3. Collocation yang mencerminkan kecenderungan penggunaan kata atau ungkapan dengan asosiasinya. Biasanya asosiasi ini konsisten dan cukup umum sifatnya
  4. Style seperti pemanfaatan bahasa untuk memberi tekanan atau efek khusus. Adakalanya style keluar dari kaidah atau bentuk penggunaan normal


Tampak rumit dan berbau akademis ya? Tapi tidak perlu membuat kecil hati dan ciut nyali serta surut langkah. Prakteknya jauh lebih mudah tinimbang teorinya. Saya yakin teman-teman baik secara sadar atau tidak sudah mempraktekkannya.


Siswa atau pembelajar Indonesia perlu diajari dan dilatih dalam hal:

  • Pronunciation (the English sounds, stress, rhythm and intonation)
Pelafalan (pronunciation) merupakan salah satu soko guru (pokok) dalam bahasa mana pun, tentunya termasuk bahasa Inggris. Oleh karena itu, mempelajarinya merupakan suatu keharusan jika ingin memahami bahasa lisan serta memupuk keterampilan berbicara.

Mari kita perhatikan contoh-contoh berikut.

BUNYI

Kata-kata berikut semuanya mengandung huruf ‘a’, tetapi mengucapkannya amat berlain-lainan.
cat, car, talk, said, pale

d / ed dalam regular verbs ada yang diucapkan dengan bunyi ‘t’, ‘d’, dan ‘id’, contoh: liked, loved, ended

s / es dalam regular plural dan simple present orang ketiga ada yang diucapkan dengan bunyi ‘s’, ‘z’, dan ‘iz’, contoh: books, beds, houses, works, lives, brushes

‘th’ dalam kata this, that, tooth juga bebeda pengucapannya

‘s’ dalam kata sea, sugar, pleasure diucapkan belainan

‘c’ dalam kata cat, comic, cell, certainly juga tidak sama

‘oo’ dalam kata foot, soon, door, blood berlainan pula pengucapannya

dan banyak lagi contoh yang bisa dihadirkan, bahkan ada huruf yang ditulis tetapi tidak pernah diucapkan, seperti doubt, debt, hour, dst.

Jika tidak diajari atau mempelajari dengan sungguh-sungguh, pembelajar tidak akan pernah mampu mengucapkan dengan benar. Pengajarannya tidak bisa tidak hanya dengan melalui listening, kecuali jika sudah mahir membaca lambang phonetic. Maka mulai dari saat ini teman-teman guru sepatutnya berlatih pelafalan ini dengan benar sebelum mengajarkannya kepada murid-murid.

STRESS

Bagaimana dengan stress?

Ada kata-kata yang beralih ‘stress’nya dalam kata turunan, contohnya;
eCOnomy – ecoNOmics, eCOnomize boleh juga ditulis ‘economise’
PHOtograph, phoTOgraphy
MUsic, muSIcian

Terdapat pula kata-kata tertentu yang sama bentuknya tetapi maknanya berubah jika stress-nya dialihkan, contoh;
OBject dan obJECT, EXport dan exPORT

Kita mengenal juga ‘significant stress’ dalam kalimat yang sama namun menyatakan maksud yang sama sekali berlain-lainan lantaran tekanannya dipindahkan, contoh;

I don’t teach Spanish.
I DON’T teach Spanish.
I don’t TEACH Spanish.
I don’t teach SPANISH.

A:         Hullo, mate. How ARE you?
B:         Hi, I’m good. How are YOU?

RHYTHM

Bahasa Inggris terkenal dengan aneka rhythm-nya, karenanya kata yang dianggap ‘tidak penting’ sering terdengan seperti ditelan mentah-mentah oleh native speaker!

Umpamanya pola rhythm ‘di DA di di di’

A long time ago
I’ve written to them.
I gave it to her.
We had to do it.
A beautiful one


Pola rhythm ‘DA di di di di DA’

Show him up to his room.
Throw it into the fire.
That’s to be left alone.
Why did you run away.


INTONATION

Lagu kalimat ini bermacam-macam. Nadanya atau pitch-nya bisa naik, turun dan makna yang dibawanya bisa beraneka ragam.

Do you like apples? (umumnya diucapkan dengan pitch naik)
Where do you come from? (umumnya diucapkan dengan pitch menurun)

‘Sorry’ jika diucapkan menurun menjadi permohonan maaf, tetapi jika diucapkan naik jadi meminta pengulangan.

‘excuse me’ bisa berarti permisi, bisa berarti marah, bisa meminta pengulangan, malah bisa juga menantang dan menyatakan ketersinggungan. Tergantung cara mengucapkannya.

‘Peter’ mengucapkan nama bisa bernada memanggil biasa, bertanya-tanya atau keheranana, mengancam, juga putus asa.

Intonasi naik dan turun dalam question tag bisa berarti meminta konfirmasi dan bisa juga sekedar bumbu agar percakapan berlanjut terus.

Demikian bahasan singkat mengenai pronunciation. Mudah-mudahan menjadi pengingat bagi diri penulis sendiri khususnya dan bagi rekan-rekan guru dan calon guru bahasa Inggris.

Penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kegagalan pembelajaran bahasa Inggris di negara kita adalah hampanya pembelajaran dan pengajaran mengenai pronunciation ini. Kita tentunya tidak ingin mengulang kegagalan yang sama. Maka ajarkanlah pronunciation.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar