Bahasa Inggris
Menilik bahasa Inggris lebih mendalam, kita
akan menemukan unsur-unsur seperti berikut;
- Bunyi ujaran yang digunakan dalam speaking termasuk di dalamnya stress, rhythm dan intonation (phonology)
- Kosa-kata (lexis)
- Kata dasar dan kata bentukan (morphology)
- Kombinasi kata yang membentuk significant patterns (syntax)
- Kombinasi patterns seperti kalimat yang membentuk ujaran yang panjang (cohesion)
- Asosiasi kata dan ungkapan dengan makna atau maksud (semantics)
Di samping itu terdapat pula variasi penggunaan
bahasa seperti;
- Dialect yang merupakan ciri kelompok sosial atau geografis tertentu
- Register yang umum diasosiasikan dengan fungsi atau ranah suatu profesi
- Collocation yang mencerminkan kecenderungan penggunaan kata atau ungkapan dengan asosiasinya. Biasanya asosiasi ini konsisten dan cukup umum sifatnya
- Style seperti pemanfaatan bahasa untuk memberi tekanan atau efek khusus. Adakalanya style keluar dari kaidah atau bentuk penggunaan normal
Tampak rumit dan berbau akademis ya? Tapi
tidak perlu membuat kecil hati dan ciut nyali serta surut langkah. Prakteknya
jauh lebih mudah tinimbang teorinya. Saya yakin teman-teman baik secara sadar
atau tidak sudah mempraktekkannya.
Siswa atau pembelajar Indonesia perlu
diajari dan dilatih dalam hal:
- Pronunciation (the English sounds, stress, rhythm and intonation)
Pelafalan (pronunciation) merupakan salah
satu soko guru (pokok) dalam bahasa mana pun, tentunya termasuk bahasa Inggris.
Oleh karena itu, mempelajarinya merupakan suatu keharusan jika ingin memahami
bahasa lisan serta memupuk keterampilan berbicara.
Mari kita perhatikan contoh-contoh berikut.
BUNYI
Kata-kata berikut semuanya mengandung huruf
‘a’, tetapi mengucapkannya amat berlain-lainan.
cat, car, talk, said, pale
d / ed dalam regular verbs ada yang
diucapkan dengan bunyi ‘t’, ‘d’, dan ‘id’, contoh: liked, loved, ended
s / es dalam regular plural dan simple
present orang ketiga ada yang diucapkan dengan bunyi ‘s’, ‘z’, dan ‘iz’, contoh: books, beds, houses,
works, lives, brushes
‘th’ dalam kata this, that, tooth juga
bebeda pengucapannya
‘s’ dalam kata sea, sugar, pleasure
diucapkan belainan
‘c’ dalam kata cat, comic, cell, certainly
juga tidak sama
‘oo’ dalam kata foot, soon, door, blood
berlainan pula pengucapannya
dan banyak lagi contoh yang bisa
dihadirkan, bahkan ada huruf yang ditulis tetapi tidak pernah diucapkan, seperti
doubt, debt, hour, dst.
Jika tidak diajari atau mempelajari dengan
sungguh-sungguh, pembelajar tidak akan pernah mampu mengucapkan dengan benar.
Pengajarannya tidak bisa tidak hanya dengan melalui listening, kecuali jika
sudah mahir membaca lambang phonetic. Maka mulai dari saat ini teman-teman guru
sepatutnya berlatih pelafalan ini dengan benar sebelum mengajarkannya kepada
murid-murid.
STRESS
Bagaimana dengan stress?
Ada kata-kata yang beralih ‘stress’nya
dalam kata turunan, contohnya;
eCOnomy – ecoNOmics, eCOnomize boleh juga
ditulis ‘economise’
PHOtograph, phoTOgraphy
MUsic, muSIcian
Terdapat pula kata-kata tertentu yang sama
bentuknya tetapi maknanya berubah jika stress-nya dialihkan, contoh;
OBject dan obJECT, EXport dan exPORT
Kita mengenal juga ‘significant stress’
dalam kalimat yang sama namun menyatakan maksud yang sama sekali
berlain-lainan lantaran tekanannya dipindahkan, contoh;
I
don’t teach Spanish.
I DON’T teach Spanish.
I don’t TEACH Spanish.
I don’t teach SPANISH.
A: Hullo,
mate. How ARE you?
B: Hi,
I’m good. How are YOU?
RHYTHM
Bahasa Inggris terkenal dengan aneka
rhythm-nya, karenanya kata yang dianggap ‘tidak penting’ sering terdengan seperti
ditelan mentah-mentah oleh native speaker!
Umpamanya pola rhythm ‘di DA di di di’
A long time ago
I’ve written to them.
I gave it to her.
We had to do it.
A beautiful one
Pola rhythm ‘DA di di di di DA’
Show him up to his room.
Throw it into the fire.
That’s to be left alone.
Why did you run away.
INTONATION
Lagu kalimat ini bermacam-macam. Nadanya atau
pitch-nya bisa naik, turun dan makna yang dibawanya bisa beraneka ragam.
Do you like apples? (umumnya diucapkan dengan
pitch naik)
Where do you come from? (umumnya diucapkan
dengan pitch menurun)
‘Sorry’ jika diucapkan menurun menjadi
permohonan maaf, tetapi jika diucapkan naik jadi meminta pengulangan.
‘excuse me’ bisa berarti permisi, bisa
berarti marah, bisa meminta pengulangan, malah bisa juga menantang dan
menyatakan ketersinggungan. Tergantung cara mengucapkannya.
‘Peter’ mengucapkan nama bisa bernada
memanggil biasa, bertanya-tanya atau keheranana, mengancam, juga putus asa.
Intonasi naik dan turun dalam question tag
bisa berarti meminta konfirmasi dan bisa juga sekedar bumbu agar percakapan
berlanjut terus.
Demikian bahasan singkat mengenai
pronunciation. Mudah-mudahan menjadi pengingat bagi diri penulis sendiri
khususnya dan bagi rekan-rekan guru dan calon guru bahasa Inggris.
Penelitian menunjukkan bahwa salah satu
penyebab kegagalan pembelajaran bahasa Inggris di negara kita adalah hampanya
pembelajaran dan pengajaran mengenai pronunciation ini. Kita tentunya tidak
ingin mengulang kegagalan yang sama. Maka ajarkanlah pronunciation.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar