Kamis, 29 Desember 2011

Bagian ke-5 KIAT-KIAT MUJARRAB TERAMPIL BERBICARA BAHASA ASING

Prinsip Kelima:
DAPATKAN BIMBINGAN ATAU IKUTI LANGUAGE GYM/CLUB

Riset mutakhir menyatakan bahwa orang yang hanya menyerap bahasa lisan tanpa dukungan pembelajaran yang memadai akan lebih cepat dan lebih mudah menderita fosilisasi. Kegiatan pembelajaran tidak mesti di ruang kelas atau hanya dengan mengikuti kursus/les saja. Bimbingan dapat diperoleh dari buku-buku self-study, online learning di internet atau langsung dari seseorang yang lebih mengerti mengenai bahasa yang sedang kita pelajari.

Mengenai buku-buku self-study dan online learning di internet dapat pembaca cari sendiri. Yang ingin penulis jelaskan dalam bagian ini adalah cara-cara menilik dan menilai kemudian memilih orang yang layak menjadi pembimbing dalam mempelajari bahasa, terutama yang mengelola klub atau forum kebahasaan, semacam conversational leader atau captain dalam forum debat dan diskusi.

Kriteria paling minimal yang bisa ditunjukkan oleh conversational leader (termasuk guru atau trainer, baik pada pendidikan formal maupun informal dan non-formal) adalah sebagai berikut:

  • Menunjukkan pemahaman yang utuh saat mendengarkan penutur asli (native speaker) berbicara mengenai tema yang sifatnya umum (tema keseharian) dengan menggunakan ragam bahasa yang baku atau standar (seperti yang digunakan kaum terpelajar). Percakapannya bisa didengar secara langsung atau melalui rekaman kaset, cd, video dan perangkat audio-visual lainnya.
  • Mampu secara spontan mengungkapkan buah pikiran dan perasaannya dalam bahasa asing bersangkutan dengan pengucapan dan pelafalan yang dapat difahami oleh penutur asli serta tidak akan menimbulkan kesalahfahaman. Ungkapan dan kosakata yang dipergunakannya bersifat idiomatis (bukan terjemahan kata per kata dari bahasa ibu ke bahasa asing: seperti ‘it’s already night’ (ini sudah larut malam) atau ‘My body is not delicious’ (saya tidak enak badan). Lebih baik lagi jika pengucapannya (intonasi, ritme, penekanan, dan pelafalah) mendekati penutur asli. Ia mampu melakukan monolog secara berkesinambungan selama paling tidak 2 menit (seperti menuturkan cerita atau menjelaskan sesuatu umpamanya)
  • Mampu secara langsung dan utuh memahami bahasa tulis non-teknis tanpa menterjemahkan terlebih dahulu, kecuali hanya beberapa kata saja yang tidak umum digunakan.
  • Mampu menulis kalimat efektif serta membentuk paragraf pendek dalam bahasa asing bersangkutan dengan sistematika menurut tata tulis bahasa tersebut, seperti menulis surat pribadi atau menuliskan pengalaman dan pelukisan sederhana.
  • Menguasai pengetahuan terapan yang memadai mengenai tata bunyi dan tata bahasa dari bahasa asing dimaksud.
  • Sedikit banyak mengenal kultur, tradisi serta budaya penutur bahasa asing dimaksud.

Jika sebuah klub atau forum bahasa dipandu oleh orang berkemampuan seperti itu, pembaca bisa dengan aman bergabung dalam klub tersebut untuk mempraktekkan dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing yang diinginkan.

Untuk menutup uraian mengenai kiat-kiat mujarab ini, penulis ingin mengingatkan pembaca dengan beberapa kalimat bijak.

  • Where there is a will, there is a way. (Dimana ada kemauan, disitu ada jalan)
  • Man jadda wajada. (Siapa yang bersungguh-sungguh mencari, pasti dia akan menemukan)
  • You can if you think you can. (Jika yakin mampu melakukan, pastilah Anda bisa)
  • Kesabaran itu seperti buah shabir yang pahit getir, namun hasil yang didapat terasa lebih manis dibandingkan dengan madu sekali pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar