Kamis, 22 Desember 2011

Teknik Mengajar Listening yang Menopang Kemampuan Speaking

Kemarin sudah kita diskusikan kelemahan teknik ‘Listen and Repeat’. Sekarang mari sedikit kita bahas mengenai teknik mengajar listening yang terbukti efektif serta dapat menjadi penopang kemampuan speaking yang mantap.

Anda mungkin pernah mendengar Ike Nurjannah menyanyikan lagu terlena. Ada baiknya saya tulis lirik bait pertama dari lagi itu:

Masih terngiang di telingaku bisik cintamu.
Betapa lembut dan mesranya aku terlena..

Lagu ini mengingatkan kita bahwa listening yang akan menghantarkan siswa ke speaking harus seperti lagu itu, yakni hingga materi listening terngiang-ngiang di teling:a: suaranya, tekanannya, ritmenya dan lagu kalimat atau intonasinya. Dengan kata lain indra pendengaran harus diberi waktu untuk merekam bunyi-bunyian tersebut dan tidak memaksa para siswa untuk tergesa-gesa menirikan pengucapannya.

Barangkali untuk alasa itu pulalah Rasulullah SAW dilarang keras tergesa-gesa menirukan wahyu yang disampaikan kepadanya secara lisan. Beliau haru melewati ‘silent period’ untuk menyimak secara keseluruhan dan hanya boleh mengikuti dalam hati. Setelah mantap terekam barulah diperkenankan melafalkannya. (Lihat surat Al-Qiyamah).

Jadi kelemahan teknik Listen and Repeat bisa diatasi dengan cara memahami ungkapan ini sebagai ‘listen, listen, listen…. then repeat. Sampai berapa kali listennya? Sampai indra pendengaran mampu merekamnya dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar